Beranda > Test Produk > [Test] Thermalright Archon CPU Cooler on AMD Platform

[Test] Thermalright Archon CPU Cooler on AMD Platform

Intro:

Setelah berkutat lama dengan pemakaian stock cooling, kali ini tiba giliran saya menggunakan cooling prosessor yang sebenarnya.  Cooling yang digunakan  adalah keluaran Thermalright  terbaru yaitu, Archon.  Thermalright dikenal sebagai salah satu pendingin CPU terbaik di pasaran.  Setelah melepaskan HR-02 dan Silver Arrow, tidak butuh waktu lama bagi Thermalright untuk meluncurkan produk terbarunya, Archon.Archon bila dilihat sekilas mirip dengan Venomeous.  Dimana menggunakan enam heatpipe tembaga berdiameter 6mm yang didesaian bersamaan dengan kipas berdiameter 140mm untuk bekerja secara maksimal.  Salah satu penampilan utama dari Archon dengan produk dahulunya adalah tingginya yang mencapai lebih dari 170 cm.  Jadi pastikan dulu lebar casing Anda sebelum membeli cooling ini🙂.

Feature utama:

Sirip besi dengan luas penampang 155 * 170.25 mmLebar 55 mm dengan penyebaran panas langsung menuju RAM memoryEnam (6) buah heatpipe tembaga yang dilapisi nikel untuk mencegah kerusakan korosi dan bertahan lebih lama.Mendukung platform Intel maupun AMD, ini yg gw suka

Tekanan katup yang dapat disesuaikan

Fan klip yang kompatibel dengan fan berdiameter 140 mm dan 120 mm

Base Copper yang sangat ciamik

Panduan Instalasi yang mudah dimengerti bagi penggunan awam sekalipun


Heatsink:

Dimensi panjang 155mm, lebar 53mm, dan tinggi 170,25 mm

Berat 806 gram (belum termasuk fan dan mountingnya)

Heatpipe berdiameter 6mm sebanyak 6 buah

Base copper yang dilapisi nikel

Fan:

Dimensi Panjang 160 mm, tinggi 140 mm, lebar 26.5 mm

Warna campuran biru dan olive

Kecepatan fan 900-1300 rpm (PWM)

Tingkat kebisingan 19-21 Dba

Laju aliran 56-73CFM

Kabel power 4 pin

Kecepatan putaran =  100% max 2.40 W / max. 0.20 Amp
Kecepatan putaran= 0%~30% max.1.20 W / max. 0.10Amp

Fun Rubber

System Setup

Hardware terdiri dari: Athlon IIX4, Asrock 880GE3, Gskill PC 12800 4GBRL, Singe Seagate 320 GB, Corsair 550VX.  Sedangkan Sofware menggunakan W7 64 bit, IBT, WPrime.

Metode pengujian:

Simulasi:

Berbeda dengan test yang sudah ada, kali ini akan di cobakan pada single prosessor dan akan dibagi menjadi dua simulasi, simulasi pertama pada clock speed normal dan simulasi kedua pada clock speed OC.

Thermal Paste:

Thermal Paste yang digunakan adalah ChillFactor 3.  Pasta ini bawaan langsung dari paket penjualan.  Dioleskan dengan lapisan tipis pada base cooper cooling

Idle:  Suhu idle dicatat setelah prosesor didiamkan selama 25 menit tanpa aktivitas

Load: Suhu load dicatat setelah jangka waktu 25 menit dengan beban 100%.  Proses pembebanan menggunakan Prime95v25.3.  Cara ini sekaligus akan memanaskan CPU beserta memory controller yang berada dalam prosessor

—To Be Continued—

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s