Beranda > Climate and Weather > Gambaran Umum tentang Efek Rumah Kaca (GRK)

Gambaran Umum tentang Efek Rumah Kaca (GRK)

GreenhouseAkhir-akhir ini isu perubahan iklim marak sekali dibicarakan, salah satu topik yang sangat berkaitan erat dengan isu tersebut adalah efek rumah kaca.  Namun pernahkah terpikirkan oleh kita dan memahami lebih jauh lagi mengapa efek rumah kaca itu dapat terjadi?, apa sih penyebabnya?, pengaruhnya terhadap manusia?, dan bila ingin berangan-angan lebih jauh lagi apa yang terjadi bila efek rumah kaca itu nyatanya dapat dihilangkan?  Semoga postingan di blog ini dapat mencerahi kita semua dan khususnya bagi penulis dalam memahami efek rumah kaca.

Kita mulai dari pertanyaan umum yang sering ditanyakan, apa itu efek rumah kaca?.  Secara sederhana para pakar iklim dan cuaca mendefinisikan efek rumah kaca sebagai masuknya sinar matahari ke sistem atmosfer bumi hingga mencapai seluruh permukaan bumi, baik itu berupa tanah, air, maupun ekosistem lainnya, setelah itu radiasi ini akan dipancarkan kembali menuju atmosfer, sebagian ada yang lolos ke angkasa luar dan sebagiannya lagi terperangkap di atmosfer untuk selanjutnya dikembalikan lagi ke bumi yang menyebabkan bumi menjadi lebih hangat.

Ilustrasi sederhananya digambarkan sebagai berikut (Gambar pribadi):

GRK

Catatan: ilustrasi diatas bersifat sederhana karena untuk kondisi realnya jauh lebih kompleks!.

Lalu dari jawaban yang kita peroleh dari pertanyaan pertama, muncul pertanyaan yang lebih menantang bagaimana caranya radiasi matahari yang terpantulkan dapat menghangatkan udara di atmosfer? Begini, Pada prinsipnya unsur – unsur iklim seperti suhu udara dan curah hujan dikendalikan oleh keseimbangan energi antara bumi dan atmosfer.  Radiasi matahari yang sampai di permukaan bumi (cahaya tampak) sebagian diserap oleh permukaan bumi dan atmosfer di atasnya.  Rata-rata jumlah radiasi yang diterima bumi seimbang dengan jumlah yang dipancarkan kembali ke atmosfer berupa radiasi inframerah yang bersifat panas dan menyebabkan pemanasan atmosfer bumi (troposfer). Gas rumah kaca (GRK) seperti CO2, CH4, N2O, dan H2O secara alami menyerap radiasi panas tersebut di lapisan troposfer.

Lalu bagaimana dari sisi ilmu Fisika dapat menjelaskan hal tersebut?.  Penjelasannya seperti ini, kita ambil dua contoh GRK, yaitu H2O dan CO2.  Uap air (H2O) menyerap radiasi pada panjang gelombang 5-7 mikrometer dan di atas 12 mikrometer.  Sedangkan CO2 menyerap radiasi pada panjang gelombang 4-5 mikrometer dan di atas 14 mikrometer.  Seperti yang kita ketahui, radiasi matahari yang datang berupa gelombang pendek, maka sebagian besar radiasi matahari yang diterima bumi dapat melewati udara yang mengandung H2O dan CO2.  Akan tetapi, pada saat bumi meradiasikan kembali (berupa inframerah) ke atmosfer, maka akan diserap langsung oleh H2O dan CO2.  Hal ini disebabkan radiasi yang telah dipantulkan mempunyai panjang gelombang yang lebih panjang dibandingkan pada saat radiasi matahari datang.

Uap air sebenarnya adalah GRK paling potensial  yang dampak efek rumah kaca dapat segera dirasakan, misalnya pernahkan teman-teman sekalian merasakan udara yang terasa panas pada saat menjelang turun hujan deras? pasti semuanya merasakan hal yang serupa.  Hal ini disebabkan karena radiasi yang terpantul tertahan oleh uap air yang menggantung di atmosfer.  Biarpun begitu, H2O tidak diperhitungkan sebagai GRK yang potensial, mengapa? Karena keberadaan atau masa hidup (lifetime) H2O teramatlah singkat (sekitar 9 hari).  Sementara itu, untuk GRK lainnya seperti CO2, CH4, dan N2O masa hidupnya di atmosfer berturut-turut adalah 100, 15, dan 115 tahun.  Masa hidup yang cukup lama bukan dibandingkan dengan H2O.  Itulah sebabnya mengapa GRK  seperti H2O, CO2, CH4, dan, N2O memiliki volume yang selalu berubah-ubah pada tabel komposisi gas penyusun atmosfer.

Maka meskipun emisi yang menghasilkan GRK dengan segera dihentikan tidak berarti kita langsung menghilangkan efek rumah kaca ini karena dampak akumulasi GRK masih akan tetap dirasakan untuk jangka waktu puluhan hingga ratusan tahun.  Dari penjelasan tersebut, kita sebenarnya sudah mendapatkan maksud tersirat, yaitu tugas berat untuk menyelamatkan bumi dan atmosfer.

Lalu dari mana saja munculnya GRK tersebut? Sebenarnya semenjak dari bumi terbentuk gas rumah kaca sudah terbentuk secara alami seperti berasal dari letusan gunung berapi dan interaksi lautan-atmosfer.  Namun, sekarang, GRK yang ada saat ini dan akan datang bukan hanya disebabkan oleh peristiwa alam melainkan lebih karena berbagai aktivitas manusia (antropogenik). Hal ini dapat kita pahami mengingat kemajuan pesat pembangunan ekonomi telah memberikan dampak yang serius terhadap iklim dunia, seperti penggunaan energi fosil untuk sumber energi, peningkatan jumlah kendaraan bermotor, dan pembukaan lahan dengan cara membabat hutan besar-besaran.

Dari penjelasan sebelumnya kita telah menyebutkan beberapa kemungkinan penyebab terjadinya peningkatan suhu akibat GRK.  Namun beberapa pertanyaan kemudian muncul lagi.  Apakah benar GRK dari aktivitas manusia adalah penyebab utama efek rumah kaca? Kontroversi ini akhirnya terjawab juga ketika para ilmuwan memisahkan unsur-unsur GRK yang dihasilkan dari aktivitas manusia dengan aktivitas alami.  Didapat produksi GRK terbesar dihasilkan dari aktivitas  manusia semenjak digulirkannya revolusi induatri .

Lalu apa buktinya bila GRK di atmosfer itu berasal dari aktivitas manusia? Dari hasil studi detail tentang inti karbon di laboratorium dan pengamatan di lapang dalam jangka waktu panjang, pertama ditemukan bahwa karakteristik inti atom karbon hasil aktivitas manusia berbeda dengan inti karbon emisi alam.  Karena fosil telah terpendam sejak puluhan juta tahun lalu, maka sifat radioaktif inti karbon sudah hilang, sementara karbon alami memiliki porsi radioaktif yang cukup besar.  Kedua, hasil rekaman yang terdapat pada lingkar pohon menunjukkan fraksi radioaktif karbon-14 (C-14) makin mengecil dalam kurun waktu 1850-1950.  Ketiga, pengamatan jangka panjang dipuncak gunung Mauna Loa, Hawaii dan kutub selatan menunjukkan data konsentrasi CO2 di atmosfer mengalami peningkatan dari 290-360 ppm.  Kedua tempat tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian CO2 karena tidak mengalami gangguan lonjakan GRK antropogenik secara langsung.

Lalu apakah  mungkin kita harus menghilangkan GRK dari aktivitas manusia dan alami? Untuk GRK yang berasal dari aktivitas alami tentu saja tidak bisa kita hilangkan begitu saja, toh walaupun bisa (namun mustahil) tanpa GRK alami tersebut suhu bumi akan 340 C lebih dingin dari suhu yang kita alami sekarang, suhu yang mustahil untuk kehidupan manusia.  Masalahnya sekarang adalah seiring dengan menigkatnya taraf hidup manusia emisi GRK meningkat tajam karena konsumsi bahan bakar fosil semenjak revolusi industri digulirkan pada pertengahan tahun 1880-an.  Akibatnya suhu atmosfer bumi sekarang menjadi 0.5 0C lebih panas dibanding suhu pada zaman pra-industri.

Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Mulailah dari diri sendiri setelah itu ajak orang disekitar kita untuk:

  1. Menghemat air dan listrik
  2. Mempergunakan produk elektronik yang sudah memenuhi standar energy star
  3. Selalu menyimpan file dalam bentuk softcopy atau bila tidak bisa pergunakan kertas dua halaman
  4. Selalu gunakan transportasi umum untuk bepergian jarak jauh atau sepeda untuk jarak dekat
  5. Mengurangi pemakaian plastik, stereofoam, dan busa
  6. Selalu memakai ulang untuk barang yang kiranya dapat digunakan lagi
  7. Tidak merokok
  8. Dan masih banyak lagi usaha kita untuk menyelamatkan bumi ini dari kerusakan yang tidak dapat disebutkan seluruhnya disini

Berat memang usaha kita untuk melakukan semua hal itu.  Tetapi kita dapat melakukannya bila benar-benar ada niat dan dimulai dari hal yang kita anggap paling mudah.  Bagaimana dengan Anda selanjutnya?

Sumber Gambar: http://www.stuffintheair.com/…. dan krestif pribadi

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s