Beranda > Aktual > Mengenal Lebih dalam Feature PFC pada PSU

Mengenal Lebih dalam Feature PFC pada PSU

official

Pernahkah ketika Anda mengerjakan tugas di depan PC (Personal Computer) tiba-tiba komputer yang Anda pakai me-restart dengan sendirinya? Bila ya, maka dapat dipastikan kondisi aliran listrik di tempat Anda tinggal tidak stabil disebabkan oleh banyak faktor.  Hal tersebut sangat umum terjadi di Indonesia, dimana masih banyak daerah yang kekurangan pasokan listrik, terlebih lagi pada daerah yang padat penduduknya.

Salah satu komponen pada PC yang berperan penting dalam menjaga kestabilan listrik untuk sistem rig komputer Anda adalah PSU (Power Supply Unit).  Ya PSU, ibarat jantung manusia, PSU memiliki andil besar dalam menjaga keberlangsungan hidup periferal komputer Anda lainnya.  Saat ini kebutuhan akan power supply komputer yang berkualitas menjadi semakin penting semenjak digulirkannya kebijakan hemat energi dan isu pemanasan global.

Masih lekat dalam ingatan penulis, sekitar 6 tahun lalu, power supply komputer hanya memiliki daya sekitar 150-200 watt.  Daya “sekecil” itupun belum tentu habis terpakai oleh semua periferal komputer saat itu, sehingga tidak jarang banyak orang menganggap remeh pentingnya power supply komputer yang berkualitas.  Pada saat itu, periferal PC memang tidak meminta daya yang terlalu besar.  Selain itu masalah stabilitas-pun menjadi faktor yang tidak terlalu dipikirkan, karena kebutuhan listrik untuk 6 tahun lalu masih dalam angka aman dan stabil di Indonesia.

Hal sebaliknya dijumpai saat ini.  Hampir semua komputer generasi baru sudah tidak berjalan pada frekuensi MHz lagi melainkan mencapai batas GHz.  Secara otomatis, kebutuhan daya yang diminta juga semakin besar.  Namun tidak hanya dayanya saja yang besar, power supply komputer juga harus bisa memberikan suplai listrik yang stabil berkelanjutan.  Sangat sering ditemukan kasus komputer bermasalah akibat suplai listrik yang tidak stabil.

Berbekal hal tersebut, banyak produsen PSU berlomba-lomba membuat power supply dengan daya besar, selain itu mereka juga menambahkan featuter tambahan, yaitu Power Factor Correction (PFC).

Apa sih PFC itu? Secara harfiah PFC adalah suatu feature yang berfungsi untuk memperbaiki aliran listrik yang dikonsumsi oleh peralatan elektronik (dalam hal ini PC).  PFC ada jenis, yaitu passive PFC (pPFC) dan active (aPFC).  Efektivitas passive PFC tidak sebaik active PFC.

Secara sederhana, Power Factor (PF)  merupakan tingkat efisiensi yang ada pada sebuah instalasi listrik.  Misalnya, kapasitas listrik PLN rumah Anda adalah 2200 Watt (asumsi 10A x 220V) dengan nilai PF sekitar 50-60%, maka rumah Anda sebenarnya hanya dialiri listrik antara 1100-1320 Watt.  Jika lebih dari itu, kemungkinan besar MCB meteran listrik rumah Anda akan turun karena kelebihan beban.

Apa yang membedakan PSU PFC dengan non-PFC? , yaitu stabilitas konsumsi daya listrik.  Pada power supply non- PFC angka beban sistem sering turun naik dengan interval cukup tinggi.  Tentu saja hal ini membuat konsumsi rata-rata total listrik menjadi lebih besar dibandingkan PSU active PFC.  Sebenarnya perbedaan konsumsi daya listrik PSU PFC dengan PSU non-PFC relatif kecil, namun penurunan tagihan listrik baru akan terasa setelah penggunaan dalam jangka waktu yang lama.

Kapan PFC dibutuhkan untuk saya? Dalam keadaan normal (daya listrik tempat Anda tinggal tinggi, minimal 2200 VA), penggunaan active PFC dan passive PFC sebenarnya tidak terlalu signifikan.  Situasi tadi tentunya berbeda dengan daya PLN rumah yang pas-pasan (1300VA atau kurang).  Dalam kondisi ini feature PSU active PFC mampu memberikan manfaat yang signifikan pada penurunan biaya listrik bulanan Anda.

Lalu Bagaimana langkah saya selanjutnya? Selisih harga yang jauh antara PSU active PFC dengan PSU passive PFC menjadikan PSU active PFC menjadi kurang ekonomis.  Namun apabila anda menginginkan periferal komputer mahal yang anda miliki ingin berumur panjang dan memiliki kestabilan sistem baik, maka harga yang anda bayarkan rasanya cukup untuk sebuah PSU dengan feature active PFC.

Lalu setelah tahu manfaat PFC itu, bagaimana tips untuk memilih PSU berjenis active PFC

  1. Cek PSU yang Anda beli, bila terdapat tulisan Active PFC, kemungkinan besar power supply tersebut memang active PFC.  Selain itu adalah passive PFC.
  2. Cek keterangan pada stiker yang ditempel di PSU.  Apabila tidak ada pilihan tegangan 110/220 V atau 115/230  dan hanya tertulis 100-240 V atau 90-264 V, maka kemungkinan besar power supply tersebut adalah active PFC

Sudahkah PSU Anda memiliki fitur PFC?

  1. Juli 28, 2013 pukul 9:25 pm

    Wow, incredible weblog format! How lengthy have you been running a blog for?
    you make blogging glance easy. The whole glance of your web site is fantastic, let alone the content!

  2. Juni 28, 2014 pukul 11:26 am

    Wow, superb weblog format! How long have you been running a blog for?
    you make blogging look easy. The overall look of your site is great, let alone the content material!

  3. September 8, 2014 pukul 5:21 pm

    Thanks for sharing your info. I truly appreciate your efforts and I will be waiting for your
    next post thank you once again.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s