Test: PhysX Performance – Combination about GTX 470 and 8800 GTS
Ada pertanyaan yang menarik untuk dilontarkan bagi pecinta game khususnya gamer pc, kira-kira apa yang membuat sebuah game 3D layak untuk dimainkan? Tentunya 3 faktor utama ini yang menjadi pertimpangan para pecinta game, yaitu dapet fps yang mulus, gambar eyecandy, dan kecantikan AI yang mengagumkan, semuanya pasti setuju dengan itu. Misal, apa enaknya bisa mendapatkan fps tinggi namun sering mengalami stuck selama permainan atau apa asyiknya dapat tampilan visual yang eyecandy namun logika AI yang dihasilkan tidak berimbang. Bukannya mendapatkan pengalaman yang mengasikkan yang ada malah timbul rasa tidak puas.
Pada kesempatan ini saya mencoba mengupas performa PhysX dari kombinasi kartu grafis NVIDIA yang digunakan dalam menampilkan gambar yang dihasilkan. Mohon jangan dikacaukan terlebih dahulu dengan kata physics (ilmu fisika). PhysX apakah ituuu?. Merujuk pada penjelasan yang diberikan dari NVIDIA, PhysX adalah efek-efek visual yang realistik dalam game berdasarkan hukum alam (fisika). Efek-efek ledakan, reruntuhan yang beterbangan, cairan yang mengalir, percikan air dan pergerakan objek yang tertiup angin adalah contoh aplikasi yang diterapkan pada teknologi PhysX berdasarkan hukum fisika. Bahkan dalam situs NVIDIA disebutkan, teknologi ini telah diadopsi lebih 10.000 pengembang game dengan hasil lebih 150 permainan. Enjoy it!
Pendahuluan
Sejak dirilis pertama kali untuk konsumsi umum pertengahan tahun 2006 yang lalu, kartu PhysX yang menggunakan prosesor AGEIA PhysX sebenarnya memiliki sesuatu yang berbeda dengan kartu grafis NVIDIA, karena pada saat itu, kartu grafis NVIDIA yang beredar masih berbasiskan DX 9.0 (Chip G71) yang secara teknologi belum mendukung PhysX. Perlu disimak pula, kartu grafis NVIDIA yang berbasiskan 9.0 hanya memiliki kemampuan untuk merender gambar saja tanpa melibatkan perhitungan matematis dalam pergerakan objeknya. Namun entah kenapa selama perkembangannya teknologi dari AGEIA tidak menunjukkan geliat yang cukup berarti, hingga sampai-sampai harus di akuisisi oleh NVIDIA menjadi NVIDIA PhysX dan dikeluarkan selang beberapa bulan lagi bersamaan dengan munculnya DX 10 untuk pertama kali. Sehingga tidak heran teknologi ini hanya dapat dijalankan oleh NVIDIA GeForce seri 8 ke atas saja, yang notabene pada seri ini telah dipersenjatai teknologi CUDA. Inilah cikal bakal terbentuknya teknologi General Purpose Computation on Graphics Processing Units (GPGPU) dan apesnya lagi dukungan terhadap kartu grafis AGEIA ini sudah tidak berlaku pada Windows 7.
Dalam aplikasi perhitungan fisika-matematisnya, teknologi PhysX ini hanya bekerja pada program yang telah menerapkan source code PhysX secara langsung, tidak sembarangan program memang dapat langsung menerapkan fitur ini, karena selain harus memakai driver yang sesuai penggunaan hardware yang cocok pun mutlak diperlukan di sini. Walaupun pada kenyataannya kita temui pula kombinasi tunggal kartu grafis NVIDIA dengan kartu grafis non-NVIDIA yang ditujukan semata-mata untuk mendapatkan fitur PhysX. Sebenarnya dalam situs NVIDIA sendiri, kombinasi tersebut tidaklah diperbolehkan karena pada dasarnya menggunakan teknologi yang berbeda. Lalu settingan yang bagaimana yang diperbolehkan? Jika dijelaskan perbagian akan terdapat 4 cara:
• Sebanyak 2,3, atau 4 GPU NVIDIA identik bekerja dalam modus SLI*, PhysX dapat berjalan pada salah satu GPU yang kita inginkan, sedang GPU sisanya bertugas merender gambar;
• Sebanyak 2 atau 3 GPU NVIDIA identik bekerja dalam modus SLI, sedangkan 1 GPU NVIDIA lain yang tidak identik bekerja memproses PhysX;
• Menggunakan 2 GPU NVIDIA yang tidak identik dimana salah satu GPU yang berperan mengkalkulasi proses PhysX sedang yang lain bertugas merender gambar yang dihasilkan. Metode inilah yang akan saya terapkan pada review kali ini;
• Menggunakan 1 GPU NVIDIA dimana tugas perhitungan physX dan merender gambar menjadi satu sekaligus pada kartu grafis yang sama. Pembebanan pada simulasi jenis ini, hanya akan berakibat pada turunnya kinerja GPU itu sendiri.
*Fakta: Tidak hanya teknologi PhysX asal AGEIA Corp. yang diakuisisi oleh NVIDIA, Anda kenal dengan istilah SLI (Scalable Link Interface/Scan Line Interleave)?, ya teknologi pertama multigraphics untuk PC asal 3dfx Corp. ini akhirnya merelakan hak paten dan dagang SLI-nya diambil oleh NVIDIA setelah dirundung kebangkrutan.
The system as it was tested
Sistem yang digunakan dalam pengujian sama pada spek di my system:
Athlon X4 640 @ 3.2 GHz
Gskill @ 9-9-9-24
Corsair VX550W
Asrock 880G Xtreme
GTX 470 dan 8800 GTS
Sintetik benchmark yang dipake:
Fluid Mark, FFXIV, RE5, JX3, Stalker COP, Lost Planet, Driver NVIDIA 275.33, PhysX 09.10.0514
Pengujian
Semua pengujian yang dilakukan disini semata-mata bertujuan melihat kinerja (fps) yang dihasilkan dari kartu grafis dari penggunaan teknologi physX dengan bervariasi simulasi. Simulasi metode yang digunakan:
-GTX 470 sebagai grafis dan PhysX sekaligus
-8800 GTS sebagai grafis dan PhysX sekaligus
-GTX 470 sebagai grafis dan 8800 GTS sebagai PhysX
-8800 GTS sebagai grafis dan GTX 470 sebagai PhysX
Pengujian masing-masing kartu dilakukan pada resolusi tertinggi layar 1920*1080, kecuali pada beberapa benchmark yang tidak terdapat opsi 1920*1080 maka memakai opsi tertinggi yang tersedia di benchmark tersebut. Faktor suhu dan suara diabaikan dalam review ini. Benchmark looping dilakukan 2 kali kemudian di ambil nilai rata-rata. Posisi rig komputer diberlakukan terbuka agar berat dari kartu grafis tidak terlalu membebani motherboard.
Sebagai gambaran awal tentang dua kartu grafis yang dipakai, berikut spesifikasi ke dua kartu grafis
| GTX 470 | 8800 GTS | |
| Pabrikasi Teknologi | 40nm | 90nm |
| Processor clock (MHz) | 1215 | 1188 |
| Memory (MB) | 1280 (GDDR5) | 640 (GDDR3) |
| Memory speed (MHz) | 3348 | 1584 |
| Cores (skrg disebut CUDA) | 448 | 96 |
| ROPs | 40 | 20 |
| Max. Board Power | 251 W | 151 W |
| Recomendasi PSU (Pure) | 550 | 450 |
Fluid Mark
Program untuk menguji efek fisika dari cairan yang katanya mirip dengan “air”. Terlihat dari grafik bila GF 100 sebagai physX nilainya hanya terpaut 5 point dengan GF 100 alone. Malahan bila G80 sebagai physX nilainya hampir serupa dengan G80 alone. Analisa saya untuk program ini skor nilai kurang lebih mengikuti kemampuan grafis sekunder bukan grafis primer. Dan sesuai dengan fungsi grafis sekunder yang diset sebagai pengolah PhysX.
FFXIV
GF 100 yang di set sebagai physX nilainya lebih rendah dengan G80 yang diset sebagai physX. Namun kedua nilai diatas hampir serupa dengan nilai GF 100 maupun G80 bila berjalan secara masing-masing. Analisa saya benchmark game ini mengikuti kemampuan kartu grafis primer dan tidak mengikuti grafis sekunder.
RE5
Benchmark yang dipilih berupa variable bench. Pola fps yang dihasilkan serupa dengan FFXIV, yaitu mengikuti kemampuan kartu grafis primer memegang nilai utama.
JX3
Settingan resolusi maksimal 1680*1050. Pola fps yang dihasilkan juga serupa dengan FFXIV dan RE5, yaitu mengikuti kemampuan kartu grafis primer yang memegang nilai utamanya.
Stalker CoP
Pola fps yang dihasilkan sama dengan game benchmark lainnya. G80 nampaknya harus pasrah menjalani benchmark ini, terlihat nilai satuan yang diperoleh dengan settingan full mentok kanan semua ini.
Lost Planet2
Benchmark yang dipilih berupa test A, Lagi-lagi pola fps yang dihasilkan sama dengan ke ke empat game benchmark sebelumnya
Dark Void
Nunggu kelar download dulu bro
Analisa sekaligus kesimpulan
Sampai kita pada analisa sekaligus kesimpulan, Adu dua grafis di atas menunjukkan hasil yang tidak signifikan pada beberapa simulasi. Untuk fluidmark pola fps yang dihasilkan memang tidak masalah karena sesuai dengan harapan awal yaitu tinggi bila dipasangkan G100 dan rendah bila dipasangkan G80. Karena pengolahan physX seharusnya dialihkan ke grafis sekunder sedangkan grafis primer hanya menampilkan visual (rendernya) saja.
Namun untuk ke lima sintetik game benchmark lainnya entah mengapa metode ini tidak berhasil. Terlihat ketika disandingkan dengan G100 sebagai physX nilainya lebih rendah ketimbang G80 sebagai physX. Seolah-olah nilai ini mengikuti kemampuan kartu grafis primer. Lompatan besarnya cukup signifikan bro.. Saya tidak tahu apakah hasilnya akan sama bila disandingkan dengan kartu physX NVIDIA lainnya. Silahkan share yang punya pengalaman di sini
Ok sampai disini saja penulisannya sambil nunggu teknologi terbaru NVIDIA lainnya
Sekian







Komentar Anda